Asal Muasal Makanan Indonesia - Pasar Bumbu Modern

Asal Muasal Makanan Indonesia

1 tahun yang lalu

Asal-Muasal 9 Masakan Indonesia!

Kombinasi dari masakan yang super-nikmat dengan rempah yang kerasa banget di lidah. Jadi, nikmat alam yang bedain, kuliner Indonesia, dibandingkan kuliner negara lain! Berikut chefmin bagikan 9 rahasia dari kuliner tersebut!

 

Pasti menarik kan? Yuk, check-it-out!

Lontong Balap
Lontong balap merupakan makanan dari Jawa Timur, Lontong balap terbuat dari lontong, taoge rebus, tahu goreng, lentho serta kuah dan sambal petis. Nama lontong balap diambil karena sejarahnya. Dahulu kala, lontong bakap dijual di pinggir jalan. Penjual lontong balap akan membawa dagangannya dengan berjalan cepat menuju tempat berjualan untuk berebut pembeli. Dari cara berjalan cepat inilah yang memberi kesan bahwa para penjual ini sedang “balapan”. Sehingga, makanan ini disebut lontong balap. Namun sekarang, lontong balap banyak dijual di warung-warung pinggir jalan dan tidak berebut seperi jaman dulu.

Bakso
Bakso merupakan makanan dari Tionghoa di awal abad ke-17. Kata bakso diambil dari Bahasa Kokkian, yaitu Bak yang berarti babi dan So yang berarti makanan. Jadi pada awalnya, bakso merupakan makanan yang berasal dari daging babi. Pada saat masuk ke Indonesia, bakso yang awalnya berasal dari daging babi, diganti dengan daging sapi, daging ayam ataupun daging ikan. Kini, bakso dimodifikasi menjadi makanan yang lebih modern. Beberapa bakso diberikan tambahan keju, cabai, jamur dan lain sebagainya.

Gudeg
Gudeg merupakan makanan dari Yogyakarta. Gudeg terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan gula jawa, santan dan rempah-rempah selama beberapa jam. Nama gudeg diambil karena sejarahnya. Pada masa penjajahan Inggris,  ada seorang pria Inggris yang memiliki istri yang berasal dari Jawa. Pria tersebut memanggil istrinya dengan panggilan “dek”. Suatu hari, si istri memasak makanan dari nangka muda dengan resep turun temurun untuk pria Inggris tersebut  setelah memakannya, pria Inggris tersebut berkata “It’s good dek” dengan ekspresi senang. Sehingga, dari kata-kata pria Inggris tersebut, nama gudeg tercipta.

Berikut adalah beberapa asal-usul nama makanan di Indonesia

Rujak Cingur
Rujak cingur merupakan makanan dari Surabaya, Jawa Timur. Rujak cingur terbuat dari potongan moncong (mulut) sapi, lontong, sayuran yang dicampur dengan bumbu yang terbuat dari kacang dan petis. Siapa sangka bahwa sejarah nama rujak cingur berasal dari Mesir. Dahulu kala, terdapat seorang raja yang sedang berulang tahun dan menginginkan makanan istimewa untuk dirinya. Namun sayangnya, tidak ada satu juru masak pun yang dapat menyajikan makanan istimewa. Kemudian, muncullah seseorang yang bernama Abdul Rojak membawa makanan yang dibungkus dengan daun pisang. Setelah dicek keamanannya, raja pun mencoba makanan tersebut. Raja memakannya dengan lahap. Kemudian, resep makanan itu pun disebarkan dan dikenal sebagai “rujak”. Sedangkan cingur diambil dari bahan makanannya, yang berarti “mulut”.

Ketoprak
Ketoprak merupakan makanan yang hampir sama dengan pecel. Namun, ketoprak berisi ketupat, bihun, taoge, tahu goreng, mentimun dan disiram dengan bumbu kacang. Biasanya, ketoprak juga diberikan menu tambahan seperti telur rebus maupun telur dadar. Nama ketoprak berasal dari kata ketupat dan toge yang digepak. Namun, terdapat sejarah asal usul nama ketoprak berasal dari cerita seorang pria yang menjatuhkan piring yang berisi makanan yang telah ia buat dari bahan ketupat, taoge dan bumbu kacang. Sehingga muncul bunyi “ketuprak”. Bunyi itu lah yang menjadi asal usul nama makanan ini.

Bika Ambon
Bika Ambon bukan berasal dari Ambon, melainkan dari Kota Medan, Sumatera Utara. Kue bika ambon memiliki rasa manis dengan bentuk balok dan berongga. Nama bika ambon berasal dari kata bika atau bibingka yang diperkenalkan oleh Portugis dan memiliki arti kue yang terbuat dari tepung beras. Sedangkan ambon berasal dari nama jalan dimana kue ini pertama kali dijual, yaitu Jl. Ambon Sei Kera, Medan, Sumatera Utara.


Gado-Gado
Gado-gado merupakan makanan yang terbuat dari sayuran rebus yang dicampur dengan bumbu kacang dan dilengkapi dengan telur rebus, timun, tahu, lontong, bawang goreng serta kerupuk. Sayuran yang digunakan untuk makanan ini adalah taoge, kubis, kentang, dan sebagainya. Sebenarnya tidak ada sejarah pasti mengenai nama makanan ini. Namun konon katanya, nama gado-gado berasal dari kata “digado”. Kata digado memiliki arti dimakan tanpa menggunakan nasi. Karena makanan ini menggunakan lontong untuk mengganti nasi.

Dimsum merupakan makanan yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Bakwan memiliki berbagai macam bentuk makanan. Beberapa daerah di Indonesia menyebut bakwan sebagai macam kudapan gorengan, dan di beberapa daerah lain menyebut bakwan sebagai makanan utama. Sedangkan dimsum merupakan makanan kudapan yang dikukus. Lalu bagaimana asal-usul makanan bakwan dan dimsum?

Bakwan
Sebenarnya, bakwan berasal dari Tiongkok. Istilah bakwan sendiri berasal dari kata Bak (肉) yang berarti daging dan Wan (丸) yang berarti bola. Bakwan berbahan dasar daging yang dibentuk bulat dapat ditemui di Kota Malang dan Kota Surabaya, Jawa Timur. Namun, bakwan di Indonesia pada umumnya tidak menggunakan daging dan tidak berbentuk bulat seperti bola. Saat terjadi perdagangan dan penjajahan, maka terjadilah pertukaran budaya dari berbagai negara masuk ke Indonesia sehingga memperkaya kuliner Indonesia. Namun, kata bak masih digunakan hingga saat ini meskipun bakwan tidak lagi berisi daging atau udang.

Di Indonesia, Bakwan merupakan salah satu  jenis gorengan dengan bahan dasar tepung yang dicampur dengan beberapa jenis sayuran, seperti kubis, taoge, dan wortel yang dipotong kecil-kecil. Cemilan ini memiliki sebutan khas yang berbeda-beda di beberapa daerah, seperti bala-bala di Jawa Barat, pia-pia di beberapa daerah di Jawa Tengah, ote-ote di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Blitar, dan Mojokerto, weci di Lumajang, Banyuwangi dan Madiun. Sedangkan di luar Jawa, Sulawesi Selatan menyebut bakwan sebagai kandoang, beberapa daerah di Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut bakwan sebagai makao.

 Dim Sum

Istilah dimsum berasal dari bahasa Kantonis yang memiliki arti “makanan kecil”. Sedangkan dalam bahasa mandarin, dimsum disebut dengan Dianxin yang secara harfiah memiliki arti “sedikit dari hati” atau “menyentuh hatimu”. Sesuai dengan arti kata dimsum sendiri, dimsum disajikan dalam jumlah yang tidak banyak, hanya tiga hingga empat buah dalam satu porsi. Dulunya, dimsum bukan makanan utama, hanya sebuah snack. Sehingga, Dimsum memiliki makna menyentuh hati, Dim sum menjadi sebuah makanan yang berkaitan dengan budaya makan di China, khususnya di Hong Kong.

Dimsum terdiri dari dua jenis, yaitu dimsum kukus, dimsum goreng maupun dimsum panggang. Dimsum kukus memiliki cita rasa yang gurih dan tekstur yang kenyal ketika digigit. Dimsum kukus diantaranya adalah hakau atau siomay udang, siu mai yang berisi daging-daging cincang, fong djau atau kaki ayam kukus, nor mai gai atau ketan isi daging babi berbalut daun teratai, dan masih banyak jenis dimsum kukus lainnya. Sedangkan dimsum goreng dan panggang memiliki tekstur yang lebih kering dan renyah ketika dimakan. Jenis dimsyum goreng dan panggang, diantaranya adalah luo bo gao, cheun goon yang memiliki isian sayur, char siu sou berisi daging-dagingan, serta wo tip atau siomay panggang yang menyerupai gyoza.

Bakwan ataupun dimsum dapat ditemui dengan mudah di Indonesia. Kota Surabaya juga memiliki banyak restoran maupun outlet yang menjual makanan ini. Seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat Indonesia dapat membeli makanan-makanan ini secara online, baik melalui aplikasi maupun website.